Sabtu, 15 Februari 2014

My Day in Bandung

Selamat pagi!

Sudah lima bulan tidak menulis kisahku disini. Banyak sekali yang ingin kuceritakan. Tapi tidak bisa semuanya. Aku hanya akan bercerita sedikit saja mengenai liburan semesterku tahun ini.
Jadi, liburanku taun ini hanya satu minggu. Spesialnya, kuhabiskan di bandung. Sesuai dengan keinginanku. Hanya saja keadaannya berbeda. Selama seminggu ini aku tinggal di rumah sakit hasan sadikin bandung. Ayahku yang jarang sekali sakit harus dirawat disana, dan sakitnya ternyata lama sekali. Penyakitnya lumayan kompleks. Hingga detik ketika aku menulis cerita ini, beliau masih lemas meskipun keadaannya berangsur baik (Terima kasih Allah).

Ada banyak hal yang kupelajari selama disini, dimulai dari ikhtiar yang tiada henti untuk menyembuhkan Ayah, hingga muhasabah diri setelah bertemu sahabat yang luar biasa.

Memang sudah menjadi suratan Illahi ketika kami kembali dipertemukan oleh-Nya di kota kembang ini. Tidak ada rencana apapun, semuanya mengalir apa adanya. Rencana Allah sangat indah, dan aku bersyukur akan semua yang Allah suratkan untukku.

Minggu, 9 Februari 2014, igarini, tengah dan pangais bungsu, datang ke ruang rawat ayah. Datang menemuiku dan menjenguk ayah. Bahagia tak terkira melihat kedatangan gadis sholihah ini. Kami banyak berbincang hingga satu lagi anggota keluarga kami, si sulung, Arya datang. Cukup mengejutkan karena ini pertama kalinya beliau bertemu dengan keluargaku. Kami kemudian menghubungi adam, si bungsu untuk datang ke bandung. Dengan alas an bahwa aku tidak pasti sampai kapan di bandung kami sedikit memaksa adam untuk datang. Hingga dia berkata “Ya”.

Hari itu aku mendapat siklus bulananku, dan ini agak sedikit menjengkelkan. Karena setiap bulannya, siklus ini membuatku menderita sakit yang luar biasa. Oke lupakan masalah itu.

Keesokan harinya kami menghabiskan waktu senja hingga malam bersama. Membongkar rahasia yang belum tersampaikan. Sungguh rasanya menyenangkan sekali meskipun masih diselimuti kesedihan karena Ayah masih belum sembuh. Tapi kebersamaan ini membuatku sangat terhibur.

Waktu berlalu begitu cepat. Sama sekali tak pernah terlintas di benak ku bahwa ayah akan dirawat selama ini. Aktivitasku hanya berkisar makan, nemenin ayah, beli kebutuhan. Sudah seperti itu saja. ingin rasanya menghirup udara segar bandung di pondok pesantren daarut tauhid. Tapi belum berani pergi sendiri. Hingga kamis sore, Rini mengajakku ke sebuah seminar dengan pembicara dewi Sandra, ustad Felix Siauw dan Kang Rendi Saputra.

Menarik bukan? Dengan ragu aku meminta ijin ibu, beliau tidak berkomentar apa-apa. Melihat kondisi ayah yang sudah membaik akhirnya aku memutuskan untuk mengiyakan ajakan rini. Dan saya sangat tidak menyesali keputusanku. Seminar itu benar-benar menginspirasi. Mbak dewi Sandra mengenalkan suaminya. Mereka menceritakan bagaimana mereka dulunya bisa bertemu lalu menikah. Mas Agus, suami Mbak Dewi mengatakan “Minta restu orang tua sebelum menikah. Inilah hal yang sangat penting bagi saya”

Kemudian Kang rendi pun sama, beliau menikah pada usia muda yaitu 21 tahun. Beliau adalah mahasiswa perminyakan ITB. Namun dengan IP yang sangat minim beliau mulai menyerah dan memberi tahu orang tua nya bahwa beliau ingin menikah. Maka menikahlah Kang Rendi. Dan mereka memulai pacaran setelah menikah.

Dan yang ditunggu-tunggu adalah ustad Felix Siauw, beliau memberikan materi yang luar biasa membuatku tergugah. Dalam waktu satu jam tanpa jeda, Ustad china ini menyentil kami dengan materinya tentang asal usul buku “Udah putusin aja” hingga perayaan valentine. Beliau berkata : “Seseorang tidak tahu apa itu cinta sebelum mereka menikah seperti halnya puasa. Pada  siang hari tentu kita ingin makan. Itu nafsu. Ke pasar, lihat cendol, dibeli. Daging dibeli. Apapun yang diinginkan dibeli. Ketika waktu magrib tiba, berbuka dengan segelas air putih dan 3 biji kurma, kenyang. Begitu pula dengan cinta. Mereka ga akan tau cinta itu rasanya seperti apa sebelum “waktu berbuka tiba””

Ah sudahlah, ustad felix ini membuatku penasaran setengah mati sama bukunya. Allah Maha Baik, Dia mempertemukan aku dengan Igar dan Rini yang shalehah, juga Adam dan Arya yang jenius dan super sibuk, membuatku bermuhasabah. Yang selama ini kulakukan rasanya benar-benar tidak ada esensinya. Terlalu sibuk dengan artis-artis korea yang tidak akan menyelamatkan diri ini dari siksa neraka-Nya. Ya Allah..

Terima kasih semuanya. Dengan sekuat tenaga, aku akan mencoba berbenah diri. Allah akan senantiasa mendampingiku bukan? J

Begitulah cerita singkatku seminggu ini di bandung. Akan ada cerita menarik lagi nanti. Semoga diberi kesempatan untuk menulis dan berbagi disini.

See you J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar