Selamat pagi!
Sudah lima bulan tidak menulis kisahku disini. Banyak sekali
yang ingin kuceritakan. Tapi tidak bisa semuanya. Aku hanya akan bercerita
sedikit saja mengenai liburan semesterku tahun ini.
Jadi, liburanku taun ini hanya satu minggu. Spesialnya,
kuhabiskan di bandung. Sesuai dengan keinginanku. Hanya saja keadaannya
berbeda. Selama seminggu ini aku tinggal di rumah sakit hasan sadikin bandung. Ayahku
yang jarang sekali sakit harus dirawat disana, dan sakitnya ternyata lama sekali.
Penyakitnya lumayan kompleks. Hingga detik ketika aku menulis cerita ini,
beliau masih lemas meskipun keadaannya berangsur baik (Terima kasih Allah).
Ada banyak hal yang kupelajari selama disini, dimulai dari
ikhtiar yang tiada henti untuk menyembuhkan Ayah, hingga muhasabah diri setelah
bertemu sahabat yang luar biasa.
Memang sudah menjadi suratan Illahi ketika kami kembali
dipertemukan oleh-Nya di kota kembang ini. Tidak ada rencana apapun, semuanya
mengalir apa adanya. Rencana Allah sangat indah, dan aku bersyukur akan semua
yang Allah suratkan untukku.
Minggu, 9 Februari 2014, igarini, tengah dan pangais bungsu,
datang ke ruang rawat ayah. Datang menemuiku dan menjenguk ayah. Bahagia tak
terkira melihat kedatangan gadis sholihah ini. Kami banyak berbincang hingga
satu lagi anggota keluarga kami, si sulung, Arya datang. Cukup mengejutkan
karena ini pertama kalinya beliau bertemu dengan keluargaku. Kami kemudian
menghubungi adam, si bungsu untuk datang ke bandung. Dengan alas an bahwa aku
tidak pasti sampai kapan di bandung kami sedikit memaksa adam untuk datang. Hingga
dia berkata “Ya”.
Hari itu aku mendapat siklus bulananku, dan ini agak sedikit
menjengkelkan. Karena setiap bulannya, siklus ini membuatku menderita sakit
yang luar biasa. Oke lupakan masalah itu.
Keesokan harinya kami menghabiskan waktu senja hingga malam
bersama. Membongkar rahasia yang belum tersampaikan. Sungguh rasanya menyenangkan
sekali meskipun masih diselimuti kesedihan karena Ayah masih belum sembuh. Tapi
kebersamaan ini membuatku sangat terhibur.
Waktu berlalu begitu cepat. Sama sekali tak pernah terlintas
di benak ku bahwa ayah akan dirawat selama ini. Aktivitasku hanya berkisar
makan, nemenin ayah, beli kebutuhan. Sudah seperti itu saja. ingin rasanya
menghirup udara segar bandung di pondok pesantren daarut tauhid. Tapi belum
berani pergi sendiri. Hingga kamis sore, Rini mengajakku ke sebuah seminar
dengan pembicara dewi Sandra, ustad Felix Siauw dan Kang Rendi Saputra.
Menarik bukan? Dengan ragu aku meminta ijin ibu, beliau
tidak berkomentar apa-apa. Melihat kondisi ayah yang sudah membaik akhirnya aku
memutuskan untuk mengiyakan ajakan rini. Dan saya sangat tidak menyesali
keputusanku. Seminar itu benar-benar menginspirasi. Mbak dewi Sandra mengenalkan
suaminya. Mereka menceritakan bagaimana mereka dulunya bisa bertemu lalu
menikah. Mas Agus, suami Mbak Dewi mengatakan “Minta restu orang tua sebelum
menikah. Inilah hal yang sangat penting bagi saya”
Kemudian Kang rendi pun sama, beliau menikah pada usia muda
yaitu 21 tahun. Beliau adalah mahasiswa perminyakan ITB. Namun dengan IP yang
sangat minim beliau mulai menyerah dan memberi tahu orang tua nya bahwa beliau
ingin menikah. Maka menikahlah Kang Rendi. Dan mereka memulai pacaran setelah
menikah.
Dan yang ditunggu-tunggu adalah ustad Felix Siauw, beliau
memberikan materi yang luar biasa membuatku tergugah. Dalam waktu satu jam
tanpa jeda, Ustad china ini menyentil kami dengan materinya tentang asal usul
buku “Udah putusin aja” hingga perayaan valentine. Beliau berkata : “Seseorang tidak tahu apa itu cinta sebelum
mereka menikah seperti halnya puasa. Pada siang hari tentu kita ingin makan. Itu nafsu. Ke pasar, lihat cendol,
dibeli. Daging dibeli. Apapun yang diinginkan dibeli. Ketika waktu magrib tiba,
berbuka dengan segelas air putih dan 3 biji kurma, kenyang. Begitu pula dengan
cinta. Mereka ga akan tau cinta itu rasanya seperti apa sebelum “waktu berbuka
tiba””
Ah sudahlah, ustad felix ini membuatku penasaran setengah
mati sama bukunya. Allah Maha Baik, Dia mempertemukan aku dengan Igar dan Rini
yang shalehah, juga Adam dan Arya yang jenius dan super sibuk, membuatku
bermuhasabah. Yang selama ini kulakukan rasanya benar-benar tidak ada
esensinya. Terlalu sibuk dengan artis-artis korea yang tidak akan menyelamatkan
diri ini dari siksa neraka-Nya. Ya Allah..
Terima kasih semuanya. Dengan sekuat tenaga, aku akan
mencoba berbenah diri. Allah akan senantiasa mendampingiku bukan? J
Begitulah cerita singkatku seminggu ini di bandung. Akan ada
cerita menarik lagi nanti. Semoga diberi kesempatan untuk menulis dan berbagi
disini.
See you J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar